‘saat kau begitu mencintai seseorang, kamu tidak akan mempedulikan masa lalunya, yang kamu pikir hanyalah, adakah tempat bagimu di masa depannya’ bunyi secuil tweet dari sebuah akun buzzer di twitter. Namun saat kamu pernah merasakannya, kamu benar benar akan merasa tweet itu begitu benar. Itu juga yang aku rasakan ketika aku membaca tweet itu.
Semua orang tentu punya masa lalu, entah baik, entah buruk, entah manis, entah pahit, entah menyenangkan, ataupun menyakitkan. Namun mereka semua tidak bisa menyalahkan masa lalu yang tidak mereka harapkan, yang bisa mereka lakukan hanyalah berusaha agar masa lalu yang tidak mengenakkan, yang pahit, yang menyakitkan itu tidak akan terulang lagi.
Aku mengenalnya saat ia sudah mempunyai pasangan. Saat itu sering ia bercerita padaku tentang pacarnya. Aku tentu saja selalu mendengar ceritanya, walaupun sebenarnya ada sedikit rasa perih di hatiku saat aku mendengar ceritanya. saat itu aku berkhayal, andai saja yang menjadi pacarnya itu aku. Tapi siapalah aku, aku hanya someone who love her so much, tidak lebih.
Ada saat saat kita berdua menjadi berjauh jauhan, tidak saling bercerita, bahkan tidak saling menyapa. Tentu saja itu karena aku dan dia sama sama mempunyai pasangan.
Namun aku selalu mendengar cerita tentang dia walaupun sebenarnya aku selalu menghindar dan tidak mencari tahu tentang dia, karena tentu saja alasannya seperti tadi. Pasti akan terasa sakit di hatiku jika aku dengar cerita tentang dia dengan yang lain. Tapi tidak bisa. Aku tidak bisa menghindar untuk tidak mendengar cerita tentangnya. Tentu saja. Kami berdua satu angkatan. teman temanku, tentu saja teman temannya juga.
Suatu kali aku dengar gossip, tentu saja dari teman temanku, dia dekat dengan seorang ppds. ‘hanya gossip, semua orang bisa bikin gosip’ awalnya aku berpikir seperti itu. Aku tidak percaya pada gossip itu. Lebih tepatnya sih, aku berusaha tidak percaya pada gossip itu. Lebih tepatnya lagi, aku berharap gossip itu tidak benar. Namun aku akhirnya mendengar gossip itu dari teman teman dekatnya juga. Aku makin berharap gossip hanyalah gossip belaka. Tapi, suatu hari aku lihat sendiri kebenaran gossip itu. Huuhhhh. Aku bisa apa. Aku bukan siapa siapa. Hanya someone who love her so much, atau kata lainnya, fans.
Suatu kali lagi, dari teman temannya juga, kali ini aku dengar gossip dia dekat dengan seorang pengusaha. Aku yakinkan lagi diriku sendiri, aku ini bukan siapa siapanya. Tidak seharusnya aku mempermasalahkan dia dekat dengan siapapun. Tapi perih memang rasanya.
Saat ini aku punya kesempatan untuk dekat lagi dengannya, aku pun punya kesempatan untuk mengetahui semua cerita masa lalunya, menyakan tentang kebenaran kebenaran gossip gossip yang dulu aku dengar dan sebenarnya aku beharap gossip gossip itu tidak ada yang benar. Namun setelah aku dengar dari mulutnya sendiri, ternyata semua gossip yang aku dengar dulu tiu benar. Aku pun akhirnya mendengar semua cerita cerita lainnya. Yang dulu tidak pernah dia ceritakan padaku. Tapi apapun itu, bagaimanapun itu, semua cuma masa lalu.
Yang terpenting saat ini, Tuhan, berikanlah satu tempat buatku di masa depannya. Aku ingin menjadi masa depannya.
No comments:
Post a Comment