Wednesday, July 24, 2013

kutinggalkan saat rasa itu akhirnya datang

2 koper besar dan sebuah ransel telah berada di bagasi belakang. Dalam hati, aku ingin sekali perjalanan dari rumahku menuju bandar udara ngurah rai setidaknya perlu waktu sehari semalam untuk sampai. kalao perlu macet semacet macetnya pun aku tak masalah saat itu. * Liburan semester kuliahku di fakultas kedokteran, ada beberapa remidi mata kuliah yang harus aku ikuti karena aku tidak lulus, jadi walaupun kampus libur, aku dan beberpa kawan yang tidak lulus tetap berkewajiban mengikuti pengayaan tambahan untuk bisa ikut ujian remidial. Di papan pengumuman ada selembar pengumuman yang baru ditempel, ternyata itu pembagian kelompok diskusi kami yang baru, sedih,malas dan tidak berminat aku melihat isi pengumuman itu. Tentu saja, sebab dengan berada di kelompok diskusi yang baru, kami semua harus bertemu anggota kelompok yang baru, memang sih aku kenal dengan semua teman seangkatan, tapi tetap perasaan malas untuk kembali beradaptasi dengan teman anggotakelompok diskusi yang baru itu selalu ada. Aku lihat satu persatu isi pengumuman itu, aku lihat namaku ada di kelompok diskusi terbawah. Aku langsung berharap setidaknya ada teman seangkatanku yang “berwajah tidak membosankan untuk dilihat” ada di daftar naama. Beruntung, salah satu nama yang terlihat menunjukkan itu. Hari pertama di semester baru dengan kelompok diskusi baru pula, anggotanya lumayan beragam, dilihat dari tipe sifat atau juga tipe fisik orang2nya. Lengkap. Berjalannya waktu semakin membuat kami akrab satu sama lain, selalu ada yang membuat kami tertawa dan bersatu. Aku benar2 senang berada di kelompok ini, kompak, seru, nyambung. Tapi satu yang paling bikin senang, aku bisa dekat dengan seorang cewek manis. Hihihi. Seseorang dengan talenta yang begitu lengkap, penyanyi, piawai menari, dan tentu saja dengan wajah yang begitu manis. Entah gimana awalnya, aku mulai sering smsan, dan bahkan sering telpon2an. Ak tidak ingat apa pertama kali obrolan kami di telpon, tapi yang jelas, saat pertama kali telpon2an durasinya lumayan lama, 3 jam. Berkali-kali pacaran pun aku gak pernah ngobrol sama pacarku selama itu. Setelah itu, hampir setiap hari kami saling tukar cerita di telpon. Aku ingat, aku udah suka dengan cewek ini saat pertama liat ketika ospek dulu, mungkin bukan suka, tapi sekedar ngefans dengan wajahnya yang manis. Gak pernah ngebayangin aku bisa deket dengan dia, bisa sering telpon2an. Jujur sih, rasa GR pasti ada. Tapi aku sering bertanya2 juga, apa sebenernya yang ada di balik semua ini. Aku tau dia punya pacar, setauku pacarnya kakak kelas kita. Tapi entah kenapa, dia hampir gak pernah cerita ttg pacarnya ke aku. Aku juga ga pengen tau, tepatnya sih takut untuk tau. Sampai akhirnya harus berpisah kelompok diskusi karena kami sudah mulai kuliah di skill lab, kami masih tetap dekat. Belakangan aku tau kalo dia memang pacaran dengan kakak kelasnya. Tapi ternyata ada laki-laki lain juga, dari critanya sih itu pacar masa lalunya. aku gak pernah terang sama sekali dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan masalah asmaranya. Diam diam aku mulai punya niat untuk mengatakan perasaanku ke dia. Aku pengen dia tau kalo ak suka sm dia. Aku minder. Ya iya lah,secara aku tampang pas2an, bekel pas2an. Dia cantik jelita. Minder berat. Tapi tetap saja niat untuk mengutarakan perasaan selalu muncul. Jujur sih, selain tujuannya supaya dia tau perasaanku, tujuan yang lain ga ada. Tujuan biar dia juga suka sama aku, biar dia mau jadi pacar aku, ngga ada. Ya karena itu tadi, aku minder. Jadi satu2nya tujuan ku pengen bilang aku suka Cuma itu tadi, supaya dia tau aku tuh suka sama dia. Akhirnya suatu hari aku saat sedang smsan, ak nekat aja aku bilang aku suka sama dia, smsnya panjang lebar, tapi aku ga inget isinya, intinya aku bilang suka. Dengdong. Aku salah timing. Aku sms pas dia sedang sama pacarnya dirumah. Kecoak ngepet. Dia bales smsku pun dengan sembunyi2. Aku ga inget apa balesannya, yang aku inget Cuma ada kata terima kasih sama maaf. Setelah itu kita temenan tetap seperti biasa. Bercanda seperti biasa. Cuma udah jarang telpon2an. Walaupun frekuensi smsan ga berkurang. Banyak hal yang aku lakuin pertama kali dengan dia. Pertama kali di telpon pacar orang n dimaki maki. Aku sedang bertugas di salah satu rumah sakit. Tiba2 ada telpon masuk, no hp dia, aseeeeeekkkkkk, tanpa pikir panjang langsung aku angkat. Jackpot, di seberang telpon dia nangis2, dia minta aku buat jelasin kalo ak ga ada hubungan apa apa sama dia ke pacarnya. Jackpot lagi, pacarnya yang giliran ngomong, aku di maki maki dikatanya aku ganggu pacar orang. Jackpot abis. Langsung lemes lututku. Guaalaauuuu. Setelah kejadian itu kita mulai jauh, mulai jarang smsan, apalagi telponan. Galau. Nangis. Setiap hari. Kayak cewek. Berat banget. Aku mulai deket denganseorang cewek. Singkat kata aku jadian. Biar bisa lupa, itu motivasi utama. Tapi tentu saja aku ga pernah bilang gitu. 2 tahun pacaran. Sampe suatu hari, di recent update bbm, ada yang change display picturenya dengan kebaya biru, imut banget. Aku tahan tahan untuk ga komen. Tapi tetep aja berkali kali aku liat cewek berkebaya biru itu. Akhirnya aku komenin juga, dia bales. Jadi deh kita bbman lagi. Mulai sering lagi kyk dulu. Aku mulai galau lagi. Aku yang sudah memiliki, ternyata masih belum bisa lupain dia. Playlist di hapeku mulai yang galau galau lagi. Ga tahan. Tapi hari hari setelah itu aku terus berpikir, aku sadar trnyata aku memang blm bisa lupain dia. Suatu saat aku begitu galau, aku kehilangan pasanganku. Saat itu, muncul lagi dia. Pertama kali ketemu lagi, kita pergi berdua, sepanjang perjlanan pulang pergi aku cerita semuanya. Aku cerita ttg apa yang aku rasain sekarang. Aku cerita apa yang aku rasain dulu dengan dia. Makin hari makin dket. Prasaan galau ditinggal mantanku jadian sm orang lain, ga berbekas sma sekali. Perasaan yang dulu kembali lagi, aku jatuh cinta lagi sama dia. Setiap waktu yang ada harus kita habiskan berdua. Surgaaa banget rasanya. Seseorang yang aku yakin ak sayang, ada disampingku setiap hari. Dan klimaks dari semuanya, dia bilang dia sayang aku. Dia sayang aku. Tai kucing rasa coklat. Gombloh bener banget. * Sepanjang jalan menuju bandara aku tahan air mataku supaya ngga menetes. Disampingku, dia, yang mobilnya sedang aku kendarai, daritadi terus bercerita tak putus putus, membuatku makin galau. Aku suka dia semuanya, aku sayang dia sepenuh hatiku, disaat rasaku akhirnya terbalas, aku harus pergi. Seseorang yang benar benar aku anggap sebagai the apple of my eyes, seseorang yang teristimewa diantara semua yang pernah ada di hatiku.

No comments:

Post a Comment