Wednesday, July 24, 2013

a painfull thing

Karena mengulang kembali perasaan yang pernah sekuat tenaga kita lupakan is a painfull thing. Sesuatu yang menyakitkan.

Saat perasaan yang ingin kita lupakan itu merupakan rasa pada seseorang yang sangat istimewa bagi, tidak semua dari kita yang bisa mau untuk mengulang mengingatnya. Karena memang menyakitkan. Namun sadarkah kita, jika saja kita berani untuk mengulang kembali rasa itu, rasa yang pernah kita coba untuk kita lupakan, itu artinya kita punya satu kesempatan lagi untuk merubah semuanya. Mungkin saja ini adalah saat bagi kita untuk tidak lagi berusaha melupakan rasa itu, tapi kesempatan untuk menjaga rasa itu selamanya.
Mungkin agak membingungkan.

Dulu aku dekat dengannya saat ia sudah mempunyai pasangan. Tentu saja semua orang pun tahu, mencintai seseorang yang sedang bersama orang lain merupakan satu perasaan yang amat menyakitkan. Bagaimanapun manisnya perasaan cinta itu, tetap saja menyakitkan saat kita diharuskan mengingat bahwa ia bukan milik kita, ia ada yang memiliki.

Aku pun akhirnya memutuskan untuk menjauhinya, hanya demi aku menyembuhkan hatiku. Seiring waktu, aku merasa hatiku sudah sembuh.

Sampai di saat dimana aku kembali bertemu dengannya.
Rasa yang aku sudah sekuat tenaga berusaha aku lupakan, tanpa bisa dicegah kembali muncul. Aku sadar, aku harus mencegah rasa ini muncul lagi. Rasa yang mempunyai potensi membuatku sakit lagi.

Namun ia begitu istimewa bagiku. Apple eye ku.

Tidak mungkin aku bisa mencegah rasa ini tumbuh lagi. Sungguh sayang jika aku harus mencegah rasa yang begitu indah ini tumbuh lagi. Aku tahu, potensi aku mengulang rasa sakit yang dulu itu begitu besar. Namun aku rela mengambil resiko itu, demi sebuah kesempatan aku untuk bisa menjaga perasaan ini selamanya. Demi sebuah kesempatan aku tidak perlu lagi melupakan rasa ini.

No comments:

Post a Comment