Saturday, July 27, 2013

gimana pun aku tetap sayang

Begitu mudahnya moodmu berubah, aku tetap sabar. Karena Terkadang apapun yang ada pada dirimu, semuanya menjadi daya tarik. Mungkin karena cintaku yg buta. Atau mungkin karena memang semua yang ada pada dirimu, tidak ada yang tidak menarik

Wednesday, July 24, 2013

a painfull thing

Karena mengulang kembali perasaan yang pernah sekuat tenaga kita lupakan is a painfull thing. Sesuatu yang menyakitkan.

Saat perasaan yang ingin kita lupakan itu merupakan rasa pada seseorang yang sangat istimewa bagi, tidak semua dari kita yang bisa mau untuk mengulang mengingatnya. Karena memang menyakitkan. Namun sadarkah kita, jika saja kita berani untuk mengulang kembali rasa itu, rasa yang pernah kita coba untuk kita lupakan, itu artinya kita punya satu kesempatan lagi untuk merubah semuanya. Mungkin saja ini adalah saat bagi kita untuk tidak lagi berusaha melupakan rasa itu, tapi kesempatan untuk menjaga rasa itu selamanya.
Mungkin agak membingungkan.

Dulu aku dekat dengannya saat ia sudah mempunyai pasangan. Tentu saja semua orang pun tahu, mencintai seseorang yang sedang bersama orang lain merupakan satu perasaan yang amat menyakitkan. Bagaimanapun manisnya perasaan cinta itu, tetap saja menyakitkan saat kita diharuskan mengingat bahwa ia bukan milik kita, ia ada yang memiliki.

Aku pun akhirnya memutuskan untuk menjauhinya, hanya demi aku menyembuhkan hatiku. Seiring waktu, aku merasa hatiku sudah sembuh.

Sampai di saat dimana aku kembali bertemu dengannya.
Rasa yang aku sudah sekuat tenaga berusaha aku lupakan, tanpa bisa dicegah kembali muncul. Aku sadar, aku harus mencegah rasa ini muncul lagi. Rasa yang mempunyai potensi membuatku sakit lagi.

Namun ia begitu istimewa bagiku. Apple eye ku.

Tidak mungkin aku bisa mencegah rasa ini tumbuh lagi. Sungguh sayang jika aku harus mencegah rasa yang begitu indah ini tumbuh lagi. Aku tahu, potensi aku mengulang rasa sakit yang dulu itu begitu besar. Namun aku rela mengambil resiko itu, demi sebuah kesempatan aku untuk bisa menjaga perasaan ini selamanya. Demi sebuah kesempatan aku tidak perlu lagi melupakan rasa ini.

Satu Tempat

 ‘saat kau begitu mencintai seseorang, kamu tidak akan mempedulikan masa lalunya, yang kamu pikir hanyalah, adakah tempat bagimu di masa depannya’ bunyi secuil tweet dari sebuah akun buzzer di twitter. Namun saat kamu pernah merasakannya, kamu benar benar akan merasa tweet itu begitu benar. Itu juga yang aku rasakan ketika aku membaca tweet itu.

Semua orang tentu punya masa lalu, entah baik, entah buruk, entah manis, entah pahit, entah menyenangkan, ataupun menyakitkan. Namun mereka semua tidak bisa menyalahkan masa lalu yang tidak mereka harapkan, yang bisa mereka lakukan hanyalah berusaha agar masa lalu yang tidak mengenakkan, yang pahit, yang menyakitkan itu tidak akan terulang lagi.

Aku mengenalnya saat ia sudah mempunyai pasangan. Saat itu sering ia bercerita padaku tentang pacarnya. Aku tentu saja selalu mendengar ceritanya, walaupun sebenarnya ada sedikit rasa perih di hatiku saat aku mendengar ceritanya. saat itu aku berkhayal, andai saja yang menjadi pacarnya itu aku. Tapi siapalah aku, aku hanya someone who love her so much, tidak lebih.

Ada saat saat kita berdua menjadi berjauh jauhan, tidak saling bercerita, bahkan tidak saling menyapa. Tentu saja itu karena aku dan dia sama sama mempunyai pasangan.
Namun aku selalu mendengar cerita tentang dia walaupun sebenarnya aku selalu menghindar dan tidak mencari tahu tentang dia, karena tentu saja alasannya seperti tadi. Pasti akan terasa sakit di hatiku jika aku dengar cerita tentang dia dengan yang lain. Tapi tidak bisa. Aku tidak bisa menghindar untuk tidak mendengar cerita tentangnya. Tentu saja. Kami berdua satu angkatan. teman temanku, tentu saja teman temannya juga.
Suatu kali aku dengar gossip, tentu saja dari teman temanku, dia dekat dengan seorang ppds. ‘hanya gossip, semua orang bisa bikin gosip’ awalnya aku berpikir seperti itu. Aku tidak percaya pada gossip itu. Lebih tepatnya sih, aku berusaha tidak percaya pada gossip itu. Lebih tepatnya lagi, aku berharap gossip itu tidak benar. Namun aku akhirnya mendengar gossip itu dari teman teman dekatnya juga. Aku makin berharap gossip hanyalah gossip belaka. Tapi, suatu hari aku lihat sendiri kebenaran gossip itu. Huuhhhh. Aku bisa apa. Aku bukan siapa siapa. Hanya someone who love her so much, atau kata lainnya, fans.
Suatu kali lagi, dari teman temannya juga, kali ini aku dengar gossip dia dekat dengan seorang pengusaha. Aku yakinkan lagi diriku sendiri, aku ini bukan siapa siapanya. Tidak seharusnya aku mempermasalahkan dia dekat dengan siapapun. Tapi perih memang rasanya.

Saat ini aku punya kesempatan untuk dekat lagi dengannya, aku pun punya kesempatan untuk mengetahui semua cerita masa lalunya, menyakan tentang kebenaran kebenaran gossip gossip yang dulu aku dengar dan sebenarnya aku beharap gossip gossip itu tidak ada yang benar. Namun setelah aku dengar dari mulutnya sendiri, ternyata semua gossip yang aku dengar dulu tiu benar. Aku pun akhirnya mendengar semua cerita cerita lainnya. Yang dulu tidak pernah dia ceritakan padaku. Tapi apapun itu, bagaimanapun itu, semua cuma masa lalu.

Yang terpenting saat ini, Tuhan, berikanlah satu tempat buatku di masa depannya. Aku ingin menjadi masa depannya.

saya sungguh tahu ia begitu mencintai Tuhan-nya

Saya sungguh tahu dia begitu mencintai Tuhannya. Sungguh terlihat dari semangatnya ketika menceritakan kisah kisah religi yang ia tahu padsaya. Ada aura yang berbeda ketika ia bercerita tentang Tuhan, tentang doa, tentang kekuatan iman.
 “minggu depan temenin saya ibadah ya” katanya suatu hari, saya langsung mengiyakan. Sebenarnya saya ingin bertanya, macam macam, tapi saya tahan pertanyaan saya itu. Biarlah ia sendiri nanti yang menjelaskan. Sebenarnya pertanyaanku tidak aneh aneh, saya cuma mau menanyakan, apa yang nanti harus saya lakukan ketika menemaninya ibadah. Pakaian apa yang mesti saya kenakan. Itu saja. Terang aja saya tidak tahu, saya belum pernah sekalipun masuk ke greja. Apalagi ikut ibadahnya.


Memang saya dilahirkan dalam keluarga yang taat beragama, tidak pernah sekalipun kedua orang tua saya melewatkan sembahyang ketika ada hari besar maupun hari raya lainnya dipura.
Namun dalam hati, sejak lama saya meragukan keberadaan-Nya. Berbagai macam pertanyaan dalam otakk tak mampu kutemukan jawabannya. Pendidikan di sekolah pun makin membuatku meragukan keberadaan Tuhanku sendiri. Yang ada dalam pikiran saya, semua itu hanya dongeng yang dikarang orang orang zaman dahulu. Pertanyaan pertanyaan itu lah yang mengantarkanku pada kesimpulan. Saya tidak percaya ada Tuhan.

Berulang kali saya mencoba membuktikannya, membuktikan bahwa saya tidak perlu bantuanNya untuk menyelesaikan persoalan persoalanku.

Lulus SMA, saat teman teman yang lain sudah diterima di berbagai perguruan tinggi, saya sama sekali belum tahu dimana akan kuliah, belum ada titik terang. Pengumuman SPMB pun masih lama, sungguh membuat galau jiwa raga lahir bhatin dikandung hayat. Ada niat saya minta bantuaanNya. Tapi...... ini malah saya jadikan tantanganku pada Tuhan. Saya menantangNya bahwa saya bisa dapat yang terbaik tanpa saya perlu dibantu. Saya menang. Saya diterima di fakultas terbaik di universitas negeri di tempat tinggal saya. Saya pun akhirnya diterima juga pada salah satu perguruan tinggi yang menjadi impian banyak lulusan SMA untuk bisa melanjutkan disana.
 Berkali kali setelah saya memenangkan tantangan itu, saya selalu menang lagi.
Ujian ujian saya lewati, tanpa bantuanNya, walaupun ada yang remidi, toh saya selalu bisa melewati remidi itu. Tidak sepenuhnya kalah.
Suatu hari saya terjatuh. Tak ada lagi yang bisa saya minta bantuannya, kecuali bantuanNya. saya merasa tenang. Saya merasa kuat.
Saat itu lah, muncul malaikat itu. Penghubungku dengan Tuhan.

 Ia memang tidak memuja Tuhan dengan mantra-mantra, persembahan ataupun dengan wewangian dupa, seperti yang familiar saya ketahui tentang cara memuja Tuhan. Namun ia selalu bercerita tentang Tuhan, tentang doa-doa. Dengan caranya. Saya mulai mendengarkan cerita-ceritanya. Awalnya saya suka mendengarkan ia bercerita bukan karena ceritanya. Namun karena caranya bercerita.
Saya sudah lama mengenalnya, sudah lama saya menaruh hati padanya. Sudah lama menaruh harap padanya. dan, sudah lama saya pernah dikecewakannya. Ia yang setahu saya cuek, saat bercerita tentang Tuhan, selalu terasa berbeda, terlihat ia menguasai pembicaraan itu. Terdengar di telinga saya, nadanya ketika bercerita tentang Tuhan dan kekuatan doa doa, lebih riang. Saya suka mendengarnya. Saya mulai tertarik dengan caranya memuja Tuhan. Sungguh terdengar menarik ketika ia yang menceritakan dengan penuh keriangan dan semangatnya.
 Saat pertama kali saya mengikuti ibadahnya, saya sedikit grogi, namun saya yakin ia pasti tidak akan membiarkan saya kebingungan, ia pasti membimbingku. Satu lagu pujian saya dengarkan, tentang kebesaran Tuhan, airmata saya sudah menggenang hampir tak mampu kutahan. Sungguh inilah indahnya memuja Tuhan.

Sungguh saya tahu ia begitu mencintai Tuhannya, saya pun mencintai Tuhannya, Tuhanku.

kutinggalkan saat rasa itu akhirnya datang

2 koper besar dan sebuah ransel telah berada di bagasi belakang. Dalam hati, aku ingin sekali perjalanan dari rumahku menuju bandar udara ngurah rai setidaknya perlu waktu sehari semalam untuk sampai. kalao perlu macet semacet macetnya pun aku tak masalah saat itu. * Liburan semester kuliahku di fakultas kedokteran, ada beberapa remidi mata kuliah yang harus aku ikuti karena aku tidak lulus, jadi walaupun kampus libur, aku dan beberpa kawan yang tidak lulus tetap berkewajiban mengikuti pengayaan tambahan untuk bisa ikut ujian remidial. Di papan pengumuman ada selembar pengumuman yang baru ditempel, ternyata itu pembagian kelompok diskusi kami yang baru, sedih,malas dan tidak berminat aku melihat isi pengumuman itu. Tentu saja, sebab dengan berada di kelompok diskusi yang baru, kami semua harus bertemu anggota kelompok yang baru, memang sih aku kenal dengan semua teman seangkatan, tapi tetap perasaan malas untuk kembali beradaptasi dengan teman anggotakelompok diskusi yang baru itu selalu ada. Aku lihat satu persatu isi pengumuman itu, aku lihat namaku ada di kelompok diskusi terbawah. Aku langsung berharap setidaknya ada teman seangkatanku yang “berwajah tidak membosankan untuk dilihat” ada di daftar naama. Beruntung, salah satu nama yang terlihat menunjukkan itu. Hari pertama di semester baru dengan kelompok diskusi baru pula, anggotanya lumayan beragam, dilihat dari tipe sifat atau juga tipe fisik orang2nya. Lengkap. Berjalannya waktu semakin membuat kami akrab satu sama lain, selalu ada yang membuat kami tertawa dan bersatu. Aku benar2 senang berada di kelompok ini, kompak, seru, nyambung. Tapi satu yang paling bikin senang, aku bisa dekat dengan seorang cewek manis. Hihihi. Seseorang dengan talenta yang begitu lengkap, penyanyi, piawai menari, dan tentu saja dengan wajah yang begitu manis. Entah gimana awalnya, aku mulai sering smsan, dan bahkan sering telpon2an. Ak tidak ingat apa pertama kali obrolan kami di telpon, tapi yang jelas, saat pertama kali telpon2an durasinya lumayan lama, 3 jam. Berkali-kali pacaran pun aku gak pernah ngobrol sama pacarku selama itu. Setelah itu, hampir setiap hari kami saling tukar cerita di telpon. Aku ingat, aku udah suka dengan cewek ini saat pertama liat ketika ospek dulu, mungkin bukan suka, tapi sekedar ngefans dengan wajahnya yang manis. Gak pernah ngebayangin aku bisa deket dengan dia, bisa sering telpon2an. Jujur sih, rasa GR pasti ada. Tapi aku sering bertanya2 juga, apa sebenernya yang ada di balik semua ini. Aku tau dia punya pacar, setauku pacarnya kakak kelas kita. Tapi entah kenapa, dia hampir gak pernah cerita ttg pacarnya ke aku. Aku juga ga pengen tau, tepatnya sih takut untuk tau. Sampai akhirnya harus berpisah kelompok diskusi karena kami sudah mulai kuliah di skill lab, kami masih tetap dekat. Belakangan aku tau kalo dia memang pacaran dengan kakak kelasnya. Tapi ternyata ada laki-laki lain juga, dari critanya sih itu pacar masa lalunya. aku gak pernah terang sama sekali dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan masalah asmaranya. Diam diam aku mulai punya niat untuk mengatakan perasaanku ke dia. Aku pengen dia tau kalo ak suka sm dia. Aku minder. Ya iya lah,secara aku tampang pas2an, bekel pas2an. Dia cantik jelita. Minder berat. Tapi tetap saja niat untuk mengutarakan perasaan selalu muncul. Jujur sih, selain tujuannya supaya dia tau perasaanku, tujuan yang lain ga ada. Tujuan biar dia juga suka sama aku, biar dia mau jadi pacar aku, ngga ada. Ya karena itu tadi, aku minder. Jadi satu2nya tujuan ku pengen bilang aku suka Cuma itu tadi, supaya dia tau aku tuh suka sama dia. Akhirnya suatu hari aku saat sedang smsan, ak nekat aja aku bilang aku suka sama dia, smsnya panjang lebar, tapi aku ga inget isinya, intinya aku bilang suka. Dengdong. Aku salah timing. Aku sms pas dia sedang sama pacarnya dirumah. Kecoak ngepet. Dia bales smsku pun dengan sembunyi2. Aku ga inget apa balesannya, yang aku inget Cuma ada kata terima kasih sama maaf. Setelah itu kita temenan tetap seperti biasa. Bercanda seperti biasa. Cuma udah jarang telpon2an. Walaupun frekuensi smsan ga berkurang. Banyak hal yang aku lakuin pertama kali dengan dia. Pertama kali di telpon pacar orang n dimaki maki. Aku sedang bertugas di salah satu rumah sakit. Tiba2 ada telpon masuk, no hp dia, aseeeeeekkkkkk, tanpa pikir panjang langsung aku angkat. Jackpot, di seberang telpon dia nangis2, dia minta aku buat jelasin kalo ak ga ada hubungan apa apa sama dia ke pacarnya. Jackpot lagi, pacarnya yang giliran ngomong, aku di maki maki dikatanya aku ganggu pacar orang. Jackpot abis. Langsung lemes lututku. Guaalaauuuu. Setelah kejadian itu kita mulai jauh, mulai jarang smsan, apalagi telponan. Galau. Nangis. Setiap hari. Kayak cewek. Berat banget. Aku mulai deket denganseorang cewek. Singkat kata aku jadian. Biar bisa lupa, itu motivasi utama. Tapi tentu saja aku ga pernah bilang gitu. 2 tahun pacaran. Sampe suatu hari, di recent update bbm, ada yang change display picturenya dengan kebaya biru, imut banget. Aku tahan tahan untuk ga komen. Tapi tetep aja berkali kali aku liat cewek berkebaya biru itu. Akhirnya aku komenin juga, dia bales. Jadi deh kita bbman lagi. Mulai sering lagi kyk dulu. Aku mulai galau lagi. Aku yang sudah memiliki, ternyata masih belum bisa lupain dia. Playlist di hapeku mulai yang galau galau lagi. Ga tahan. Tapi hari hari setelah itu aku terus berpikir, aku sadar trnyata aku memang blm bisa lupain dia. Suatu saat aku begitu galau, aku kehilangan pasanganku. Saat itu, muncul lagi dia. Pertama kali ketemu lagi, kita pergi berdua, sepanjang perjlanan pulang pergi aku cerita semuanya. Aku cerita ttg apa yang aku rasain sekarang. Aku cerita apa yang aku rasain dulu dengan dia. Makin hari makin dket. Prasaan galau ditinggal mantanku jadian sm orang lain, ga berbekas sma sekali. Perasaan yang dulu kembali lagi, aku jatuh cinta lagi sama dia. Setiap waktu yang ada harus kita habiskan berdua. Surgaaa banget rasanya. Seseorang yang aku yakin ak sayang, ada disampingku setiap hari. Dan klimaks dari semuanya, dia bilang dia sayang aku. Dia sayang aku. Tai kucing rasa coklat. Gombloh bener banget. * Sepanjang jalan menuju bandara aku tahan air mataku supaya ngga menetes. Disampingku, dia, yang mobilnya sedang aku kendarai, daritadi terus bercerita tak putus putus, membuatku makin galau. Aku suka dia semuanya, aku sayang dia sepenuh hatiku, disaat rasaku akhirnya terbalas, aku harus pergi. Seseorang yang benar benar aku anggap sebagai the apple of my eyes, seseorang yang teristimewa diantara semua yang pernah ada di hatiku.

the apple of eye

“the apple of my eye” sebuah frase atau ungkapan dalam bahasa inggris, yang berarti “someone whom cherish you all other above”. Kalau diartikan sih mungkin seperti ini kira kira artinya “seseorang yang benar benar sayang ataupun benar benar kamu sayang lebih dari yang lainnya” “seseorang yang benar benar istimewa, yang benar benar penting , jauh dibandingkan yang lainnya yang pernah ada di hatimu”. Apple of eye yang dimaksud dalam arti sebenarnya adalah pupil mata (orang-orangan mata) yang merupakan salah satu bagian dari mata yang sangat penting dalam fungsi mata untuk melihat objek benda. 
Setiap orang pasti mempunyai seseorang yang sangat penting dalam hidupnya, entah ayah, ibu, kakak, adik, teman dekat, pasangan, atau siapapun. 
Namun appple of eye mungkin lebih ditunjukkan atau digunakan dalam mengungkapkan seseorang yang menjadi ( atau yang diharapkan menjadi) pasangan hidup. Setiap orang juga pasti bisa merasakan, bahwa akan ada seseorang dalam hidup kita yang lain dari semua yang pernah ada di hati. Yang tidak akan bisa di lupakan. Yang akan sangat kita harapkan bisa jadi pendamping hidup kita selamanya. Yang sangat istimewa di hati. Seorang. Hanya seorang yang akan menjadi apple of eye. Beberapa orang ada yang beruntung bisa hidup bersama apple of eye-nya, namun beberapa yang lainnya hanya bisa memandangi apple of eye-nya dari jauh dan tidak akan pernah bisa memiliki.