Tak terkira kagetnya aku, nafasku seketika tercekat, saat kubaca pesan di bbm mu.
Saat itu kami berdua sedang mengibrol akrab, saling bercanda-canda, dan saat itu ia bermaksud membuat status dalam bbmnya. Ketika ia memperlihatkan status yng sedang diketiknya, ia tidak sadar jika pesan yang baru saja dikirimnya ke pacarnya terbaca olehku. Bukan keinginanku untuk membacanya, bukan kesengajaanku juga untuk membacanya. Seketika itulah nafasku serasa putus.
Aku tahu ia sedang mmiliki hubungan dengan seseorang. Hubungan yang sebenarnya selalu aku berusaha untuk menampiknya sendri. Hubungan yang selalu aku anggap tidak ada. Seegois itu diriku.
Namun bukan salahku, karena ia pun selalu ada disampingku setiap hari. Dan bukan dengan seseorang itu.
Dalam hatiku sesungguhnya sangat tidak rela. Namun apa daya, aku tidak bisa berbuat apa. Aku belum sanggup menjadi apa ia minta padaku. Syarat yang diajukannya padaku unyuk aku dapat mendampinginya sungguh berat.
Terkadang aku merasa tidak adil,seseorang disana yang jauh, yang tidak pernah emmberinya perhatian, yang tidak sesayang aku menyayanginya, nmun bisa mendapatkan hatinya. Mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk menjadi pendampingnya dibandingkan diriku. Sungguh tidak adil. Apa lebihnya dia dibanding aku. Aku tidk yakin orang itu lebih menyayangimu dibanding aku. Hanya karena kesamaan, yang menguntungkannya. Tidak ada yng lebih sayang dari aku.
Hanya syarat yang kauberikan padaku yang sangat berat.
No comments:
Post a Comment